Info Pendidikan Sains Untuk Anak

By: Mahfuzh tnt
FB Like Box widget

Diet Dengan Asupan Gizi dari Telur Setiap Hari [Kisah Sukses Diet Telur]

Google Ads
Google Ads

Anda Ingin Mencoba Diet Telur? Berikut ini Kisah Suksesnya

Kelebihan berat badan memang merusak penampilan, begitu anggapan para kaum hawa. Namun, selain soal kecantikan, berat badan ini juga berhubungan dengan kesehatan. Kelebihan berat badan memicu berbagai penyakit, misalnya sakit pinggang berlanjut. Ini bisa terjadi pada wanita sehabis melahirkan. Sudah badan gemuk, timbul penyakit pula.
Diet Telur
Diet Telur

Agar dapat fokus untuk merawat buah hati yang baru saja dilahirkan, wanita yang mengeluhkan ini bisa menjalankan diet. Seperti yang pernah dialami seorang wanita, RR Bonita Suryandari (35 tahun) yang telah sukses menjalani diet telur yang benar. Ia berhasil mendapatkan berat badan idamannya dan juga kesehatan. Demi buah hati,  program diet yang dijalaninya tidak sia-sia. Berat badan Bonita turun dengan hasil memuaskan, yaitu 15 kg.

Gangguan Kesehatan

Karena kelebihan berat badannya, Bonita mengaku merasa tidak nyaman dan lebih boros. Ini karena dia harus membeli baju-baju yang sesuai dengan ukuran badannya yang menggendut. Sebelum melahirkan, berat badannya sekitar 53-55 kg. Saat hamil, berat badannya naik menjadi 75 kg. Sayang, usai melahirkan berat badannya masih tetap pada angka itu.

Memilih Program Diet Telur

Berbagai macam program diet pernah dijalani Bonita. Dari puasa hingga obat diet tidak ada yang ampuh menurunkan berat badan Bonita. Badannya masih saja melembung. Apalagi, pinggangnya kemudian jadi sering sakit. Rasa sakit ini sering menyerang saat Bonita sedang menghabiskan waktu dengan buah hati.

Alhasil, ini sangat menganggu hari-harinya sebagai ibu. Demi mencurahkan perhatian penuh pada bayinya, Bonita memutuskan untuk mengurangi lemak tubuhnya. Bonita memanfaatkan internet untuk mencari beragam petunjuk diet. Salah satunya ialah dengan diet telur.

Telur yang merupakan makanan yang mudah diperoleh di Indonesia ini memiliki kandungan nutrisi yang sangat tinggi. Protein dalam telur sangat baik untuk pertumbuhan dan kalori pada telur tidak terlalu tinggi, sangat pas, dengan catatan tidak digoreng(direbus).

Bonita kemudian mengawali program diet telurnya dengan membatasi kalor yang masuk ke tubuhnya dengan membatasi makanan tinggi gula dan lemak. Bonita memutuskan untuk menghindari nasi dan gorengan. Bonita juga melakukan diet telur yang dikonsumsi satu butir setiap pagi.

Sebutir telur ini selalu ditemani teh hijau. Pada siang hari, Bonita mengganti sumber pengenyangnya dengan protein dan serat nabati. Bonita memilih tahu dan sawi putih sebagai bahan makanan kaya serat rendah gula serta vitamin dan mineral. Sawi putih termasuk sayuran sehat yang tidak boleh dimakan mentah-mentah. Karenanya, Bonita merebus sayur ini terlebih dahulu sebelum dikonsumsi.

Jika bosan, Bonita menggantinya dengan tauge yang juga direbus terlebih dahulu. Sore hari, Bonita harus kembali mengonsumsi telur rebus sebanyak 1-2 butir.

Diet Berhasil

Diet dengan telur rebus ini memang terbukti. Setelah tiga bulan menjalani diet ini, berat badan Bonita yang tadinya 75 kg turun menjadi 60 kg. Bonita tidak perlu sering membeli baju baru lagi karena baju yang lama bisa kembali dipakai.

Tubuh cantik berhasil didapatkan Bonita, begitu juga dengan kesembuhan pinggangnya. Ibu dan anak ini pun jadi bisa menghabiskan waktu bahagia bersama tanpa ganggung kesehatan.

Google Ads
Facebook Twitter Google+

Penulis:

 
Back To Top