Info Pendidikan Sains Untuk Anak

By: Mahfuzh tnt
FB Like Box widget

Beberapa Efek Kesehatan dan Potensi Penyakit Akibat Makan Gorengan

Google Ads
Google Ads

Masih Sulit Hindari Gorengan?


Anda yang ingin sehat dan menurunkan berat badan tapi masih tergoda gorengan? Itu tanda Anda belum punya alasan kuat. Pola hidup instan era sekarang juga meliputi pola makan. Manusia adalah representasi dari apa yang mereka makan. Ini menyebabkan penyakit yang dulu hanya diderita usia lanjut juga merambah usia muda. Fenomena ini sudah terjadi di Indonesia.

Menurut pakar gizi, Prof. Ratna Djuwita Hatma, kandungan lemak dalam makanan berbeda-beda. Gorengan adalah sumber lemak yang meningkatkan kolesterol jahat dalam tubuh. Kelebihan lemak yang diakibatkan oleh makanan lezat ini akan menumpuk pada tubuh Anda sehingga menyebabkan berbagai penyakit dan kegemukan. Berikut alasan kuat bagi Anda untuk menghindarinya.
makan gorengan
makan gorengan

Potensi Penyakit Akibat Makan Gorengan

Alasan kesehatan tentu saja menjadi yang utama, karena makan gorengan berpotensi menimbulkan beberapa penyakit berbahaya

1. Kardiovaskular

Kadar kolesterol dalam tubuh membuat Anda beresiko terkena penyakit kardiovaskular bahkan jika kadar kolesterol Anda normal. Kadar kolesterol normal jika tidak lebih dari 190 mg/dL. Dengan kada kolesterol ini, Anda beresiko terkena penyakit kardiovaskular pada usia 70 tahun.

Pola hidup instan membawa banyak orang kelebihan kolesterol hingga lebih dari 300. Mereka beresiko terkena penyakit kardiovaskular pada usia 30-40 tahun.

2. Hipertensi

Tingginya lemak jahat dari gorengan dapat meningkatkan tekanan darah Anda. Dalam waktu tujuh tahun, prevalensi (tingkat keseringan terkena penyakit dalam suatu kelompok) stroke di Indonesia naik dari 7,6 persen pada tahun 2007 dan 9,5 persen pada tahun 2013.

3. Stroke

Tumpukan lemak di pembuluh darah dapat menghambat aliran darah. Jika tidak segera ditangani, ini akan berujung pada penyakit stroke. Data Riset Kesehatan Dasar menunjukkan peningkatan prevalensi stroke dari tahun 2007 hingga tahun 2013. Angka tersebut meningkat dari 0,83 persen menjadi 1,21 persen.

Asam Lemak Gorengan

Jenis-jenis lemak terdiri dari asam lemak tak jenuh ikatan tunggal, asam tak lemak jenuh ikatan ganda, asam lemak jenuh, dan asam lemak trans. Asam lemak dalam kadar berlebihan yang harus dihindari adalah asam lemak jenuh dan asam lemak trans. Lemak jahat makanan bertambah dengan kandungan lemak jahat dari minyak goreng (minyak kelapa atau sawit). Asam lemak jenuh meningkat pada suhu penggorengan lebih dari 180 derajat celcius. Jika muncul asap saat menggoreng, tandanya suhu sudah melampaui batas tersebut. Semakin banyak pengulangan penggorengan, semakin meningkat asam lemak trans pada minyak. Lalu, apa saja makanan sehat yang tidak lagi baik setelah digoreng?

1. Protein nabati

Proses penggorengan dapat mengubah protein nabati yang baik menjadi jahat, misalnya mentega. Saat dipanaskan lalu didinginkan, asam lemak trans pada mentega naik sehingga meningkatkan kadar kolesterol jahat dalam darah. Jika tetap ingin menggunakan mentega, pilihlah mentega lunak yg tidak dapat membeku meski disimpan dalam kulkas. Ini karena asam lemak trans mentega lunak lebih rendah daripada mentega keras.

Tempe dan tahu yang digandrungi sebagai makanan sehat juga dapat berubah menjadi jahat. Ini jika suhu pada penggorengan tempe dan tahu terlalu tinggi. Minyak nabati terhidrogenasi pada cokelat, kue, biskuit, dan kacang sukro jug mengandung lemak trans.

2. Protein hewani

Daging hewan pemakan rumput seperti sapi dan kambing yang digoreng mengandung asam lemak trans tinggi. Lemak ini juga ditambah dengan lemak jenuh dari minyak sawit atau kelapa. Tingginya suhu pada proses penggorengan juga meningkatkan lemak jahat pada sambal goreng ati, ayam goreng tepung, dan telur goreng. Penggunaan minyak untuk menggoreng makanan tinggi protein dibatasi hanya tiga kali penggorengan.

3. Sayur dan Buah

Sayur dan buah yang digoreng terlalu panas tidak lagi sehat. Contohnya, ubi goreng mengandung 1,82 persen lemak trans dari lemak total, singkong goreng 2,38 persen, pisang goreng 2,32 persen, dan tempe goreng 9,08 persen. Batasan pemakaian minyak goreng untuk umbi-umbian ialah empat kali.

Google Ads
Facebook Twitter Google+

Penulis:

 
Back To Top