Info Pendidikan Sains Untuk Anak

By: Mahfuzh tnt
FB Like Box widget

Saat-Saat yang Tepat Untuk Berhenti Diet Demi Kesehatan Anda

Google Ads
Google Ads

Jika Anda memimpikan tubuh yang cantik lagi sehat, diet harus Anda jadikan gaya hidup Anda. Diet merupakan kunci dari berat badan ideal dan tubuh yang terhindari dari berbagai penyakit. Saat ini, diet atau pengaturan pola makan telah dikembangkan sangat luas. Tak hanya diet buah dan sayur tetapi juga dapat dilakukan dengan diet rempah-rempah dan bumbu dapur.  Namun, mereka yang terlalu berambisi atau terlalu frustasi nekat menjalani diet ekstrem. Diet yang terlalu keras dapat menjadi bumerang yang memperburuk kesehatan tubuh dan emosi Anda. Maka kali ini kami akan berbagi tips dan trik diet sehat terutama mengenai kapan waktu yang paling tepat untuk bernegosiasi dengan diet Anda.
waktu yang tepat berhenti diet
Kapan waktu yang tepat berhenti diet?

Anda Perlu Melonggarkan Diet

Ahli diet, Cynthia Sass memaparkan beberapa pertanda ketika Anda harus melonggarkan diet Anda. Berikut ulasannya.

Terlalu Terpaku pada Timbangan

Untuk mengetahui perkembangan berat badan, bagi Anda yang sedang diet tentu membutuhkan timbangan. Ini untuk mengetahui apakah Anda perlu mengetatkan atau boleh melonggarkan diet. Namun, berbahaya jika Anda terlalu panik terhadap perubahan berat badan pada timbangan.

Sebenarnya wajar jika berat badan setiap harinya berubah-ubah baik naik ataupun turun. Anda tidak perlu panik jika ada hari di mana berat badan Anda kembali sedikit meningkat.

Menurut Sass, hasil timbangan tidak selalu berarti jumlah lemak. Massa otot, jumlah cairan, makanan yang belum dicerna di dalam usus, sisa makanan yang belum dibuang tubuh, dan karbohidrat yang disimpan dalam hati sebagai glikogen juga merupakan komposisi berat badan.

Tidak Terbuka

Sebagian orang berpandangan mereka harus merahasikan perubahan pola makan dan aktivitas diet lainnya yang sedang mereka lakukan dari orang lain. Jika Anda khawatir akan persepsi orang lain terhadap diet Anda, tandanya, Anda harus melonggarkan diet. Anda bisa saja merahasiakannya karena takut dianggap sedang diet ketat. Ini bisa mengindikasikan Anda terlalu keras pada diri Anda dalam hal diet.

Diet yang terlalu keras bukan lagi diet yang sehat. Ini karena efek samping diet ketat yang bisa menimbulkan kelelahan, merusak suasana hati, tidur tidak nyenyak, dan mudah tersinggung. Dampak fisik yang akan Anda rasakan ialah menurunnya daya tahan tubuh dan malah selalu lapar.

Tidak Percaya Diri

Anda hanya akan percaya diri jika tubuh Anda berhasil langsing dengan diet yang sedang Anda jalankan. Persepsi ini tidak bisa dibenarkan karena kepercayaan diri tidak hanya menyangkut berat badan dan penampilan. Longgarkan diet Anda jika Anda sudah mulai menyalahkan diri sendiri bahkan mengoloknya saat melihat angka timbangan. Ini berarti diet tidak sehat untuk emosi Anda.

Satu-satunya Yang Terpenting

Kemajuan teknologi bisa saja memperbaiki emosi Anda yang terobsesi tubuh ramping. Alihkan perhatian Anda pada gadget, komputer, atau jejaring sosial jika Anda sudah mulai memikirkan impian langsing Anda. Jika Anda hanya memikirkan soal makanan dan pengaruhnya bagi tubuh Anda, sangat mungkin Anda tidak bisa melakukan hal lain. Pola pikir menggangu aktivitas harian Anda ini menjadi indikator bahwa Anda harus memperbaiki pola diet Anda karena diet tidak hanya mencakup fisik tetapi juga emosi.

Tidak Mau Bersosial

Untuk pribadi, seseorang bisa saja berubah tetapi bukan untuk lingkungannya. Ini bisa berarti seseorang tidak lagi menyesuaikan diri dengan apa yang dibutuhkan oleh lingkungannya. Anda bisa saja menjadi orang yang kemudian menjaga jarak dengan orang sekitar terutama keluarga saat Anda diet. Bisa jadi karena Anda tidak ingin tergoda makanan yang sedang mereka bicarakan atau mereka nikmati. Bisa juga karena Anda hanya memikirkan tentang diet Anda.

Anjuran dari Cyntia Sass bagi orang yang sedang diet ialah tetap menyatu dengan lingkungan sekitarnya. Jalanilah gaya hidup sehat bersama-sama dengan lingkungan Anda, ajaklah mereka. Anda dapat memotivasi dan berbagi informasi serta manfaat gaya hidup sehat. Saat pergi ke tempat makan favorit, Anda bisa memotivasi kerabat Anda untuk memilih menu yang sehat. Ini juga penting untuk kesehatan emosional Anda.
Google Ads
Facebook Twitter Google+

Penulis:

 
Back To Top