Info Pendidikan Sains Untuk Anak

By: Mahfuzh tnt
FB Like Box widget

Program Diet Cacing : Memelihara Cacing Dalam Tubuh

Google Ads
Google Ads
Siapa bilang penyuka makanan manis tidak bisa bertubuh ramping? Apakah Anda termasuk orang yang masih takut gemuk karena hobi mengkonsumsi makanan berlemak? Memang kali ini bukanlah pilihan program diet terbaik  tetapi ada saja orang yang mau melakukannya. Demi tetap menjadi penyuka manis dan lemak yang tetap langsing, banyak orang yang menggunakan cara-cara ekstrim untuk memperoleh berat badan ideal. Salah satu contoh program diet ekstrim ini ialah nekat menggunakan cacing untuk menurunkan berat badan.

Berani Melakukan Diet Cacing?

diet cacing diet ekstrim
diet cacing diet ekstrim
Diet ekstrem semacam ini sedang menjadi tren di Meksiko. Orang yang menjalani program diet cacing ini diharuskan meminum kapsul berisi bibit cacing pita. Cacing pita akan mengambil nutrisi pada saluran pencernaan. Ini mengakibatkan tubuh tidak dapat gemuk meski banyak makan. Memang efektif, mereka yang memakan cacing pita ini dapat menurunkan berat badan sebanyak dua kilogram. Mereka tetap bisa menyantap makanan manis dan berlemak dengan berat badan yang terus turun setap minggunya.
Namun, sayang, pemikiran seperti ini sudah terlampau instan. Hasil yang baik tetap bersumber dari proses yang baik. Mereka yang menjalani diet semacam ini bisa menyebkan sakit perut, buncit, gatal-gatal, hingga kematian.

Penelitian Sains Terkait Diet Cacing

gambar cacing pita
gambar cacing pita
Dengan perkembangan sains, penyuka manis dan lemak tidak perlu lagi menyiksa diri. Para ilmuan sudah menemukan gen cacing yang dapat mencegah Anda dari kegemukan.

Penelitian cacing pelangsing ini dipipimpin oleh Sean Curran. Inovasi ini ditemukan oleh USC Davis School of Gerontyology dan USC Keck School of Medicine. Cacing yang digunakan dalam percobaan penelitian ini ialah cacing Caenorhabditis. Para peneliti melakukan modifikasi genetika pada cacing ini.

Pertanyaan yang mungkin muncul di benak Anda ialah , kenapa cacing antigemuk ini tetap langsing meski diberi banyak gula? Ini tidak terjadi pada jenis cacing lainnya yang juga diberikan asupan yang sama. Karena terlalu banyak kalori, cacing-cacing lainnya akhirnya menjadi gemuk juga.

Menurut Sean Curran, metode diet yang diberikan pada cacing Caenorhabditis sama seperti metode diet orang Amerika. Diet Amerika yang biasa dilakukan manusia ini merupakan diet gula. Diet yang diberikan kepada cacing tersebut ialah makanan kaya gula dan lemak seperti soda, burger, dan kentang goreng.

Pemecah Lemak dalam Tubuh Cacing

Penelitian ini menyimpulkan cacing Caenorhabditis bisa tetap langsing dengan terjadinya mutasi genetik. Mutasi tersebut terjadi pada gen 'hyperactive SKN-1'. Gen ini juga disebut sebagai protein Nrf2 pada manusia. Gen inilah yang berperan sebagain pemecah lemak tubuh cacing sehingga tidak terjadi penggemukan. Setinggi apapun kalori yang diberikan pada cacing ini, gen ini akan terus bekerja dan membuat cacing akan tetap memiliki tubuh yang langsing.

Ternyata, manusia juga memiliki sistem pertahanan lemak seperti pada cacing ini. Protein Nrf2 pada cacing tersebut juga terdapat pada manusia. Pada manusia, protein ini berperan dalam proses detoksifikasi dan memperbaiki sel yang rusak akibat radikal bebas. Protein ini membantu sel-sel untuk mengeluarkan racun makanan, polusi, dan sisa proses metabolisme. Selain itu, protein ini memperbaiki kerusakan sel akibat oksigen dalam darah yang mudah bereaksi.

Masih rela tubuh Anda digerogoti cacing? Jika tidak maka lupakan tentang diet ekstrim dan mengerikan ini. Karena Anda masih bisa diet yang lebih menyenangkan seperti diet rempah-rempah dan bumbu masak yang bisa Anda lakukan untuk tetap sehat. Dan jangan lupa bahwa ada batasan-batasan mengenai kapan waktu terbaik untuk berhenti diet yang harus Anda perhatikan.

Google Ads
Facebook Twitter Google+

Penulis:

 
Back To Top