Info Pendidikan Sains Untuk Anak

By: Mahfuzh tnt
FB Like Box widget

Detoksifikasi Tubuh dengan Konsumsi Kacang Hijau

Google Ads
Google Ads
Bagi Anda yang tinggal di kawasan perkotaan atau di lokasi industri, maka Anda berpotensi terkontaminasi oleh polusi lebih tinggi. Racun, radikal bebas, dan sisa logam akan sering hinggap ke tubuh Anda dan mengancam kesehatan jantung Anda.

Polutan-polutan ini kemudian akan terhirup dan masuk ke sistem pernafasan, atau masuk dari makanan dan larut dalam darah yang akan berpengaruh terhadap kesehatan bahkan berpotensi menimbulkan penyakit mematikan seperti kanker. Begitu juga dengan racun yang terkandung dalam makanan atau sayuran berpestisida. Penting bagi Anda untuk membuang racun-racun tersebut, salah satunya dengan rutin mengonsumsi kacang hijau.

Detox Dengan Kacang Hijau

kacang hijau
Kacang Hijau
Salah satu bahan makanan yang sagat mudah ditemui di Indonesia ialah Kacang hijau. Selain kandungan serat dan nutrisinya yang tinggi, konsumsi kacang hijau juga dapat digunakan untuk detoksifikasi tubuh. Kacang hijau merupakan bahan makanan sehat yang dapat menjadi penangkal racun yang masuk ke dalam tubuh Anda. Kandungan serat, vitamin, dan klorofilnya membantu sistem pencernaan, detoksifikasi, serta menangkal radikal bebas.

Seorang pakar kesehatan, Olwin Nainggolan dan Cornelis Adimunca mengungkapkan kandungan serat pada 100 gr kacang hijau ialah 410 mg. Serat dapat mengikat toksin dan karsinogen atau pemicu kanker dalam usus yang akan dikeluarkan bersama tinja. Fermentasi dan fungsi serat sebagai penahan air menjadikan tinja lebih lunak. Ini mempercepat pengeluaran tinja sehingga mencegah lamanya kontak usus dengan toksin dan karsinogen.

Vitamin C dalam Kacang Hijau

Menurut pakar pertanian, Rahmat Rukamana, terdapat 6 mg Vitamin C dan 157 SI dalam setiap 100 gr kacang hijau. Sebagai antioksidan, kandungan vitamin C ini dapat mendonorkan elektron sehingga menetralisir radikal bebas. Vitamin C juga meningkatkan Gluthation, yaitu antioksidan terbaik yang secara alami diproduksi tubuh sejak lahir.  Sehingga dengan konsumsi kacang hijau yang mengandung Vitamin C setiap harinya, akan membuat tubuh kita lebih terhindar dari bahaya radikal bebas penyebab kanker.

Klorofil dalam Kacang Hijau

Bersama Vitamin C, klorofil dalam kacang hijau juga berperan sebagai antioksidan dan detoks. Klorofil dapat mengikat racun dalam sel darah merah (eritrosit) yang berupa logam seperti timbal dan merkuri, hasil pestisida, pengawet makanan, dan sisa metabolisme tubuh. Ini dapat membantu mencegah terjadinya autism. Bahkan, hasil penelitian Kwang Geun Lee, Takayuki Shibamoito, dan Alyson E. Mitchell menyatakan aktivitas antioksidan kacang hijau merupakan yang tertinggi di antara kacang-kacang lainnya.

Klorofil dan zat besi (6,7 mg/100 gr) pada kacang hijau bermanfaat untuk membentuk sel darah merah dan meningkatkan peredaran oksigen. Layaknya siklus, peningkatan sel darah merah kemudian memperlancar metabolisme yang berpengaruh pada pengeluaran racun.

Kalsium dalam Kacang Hijau

Rahmat Rukmana mengungkapkan terdapat 223 mg kalsium per 100 gr kacang hijau. Studi Dr. Eric Taylor menunjukkan asupan kalsium non-susu menurunkan resiko batu ginjal. Hal ini dapat mengoptimalkan kerja ginjal dalam mengeluarkan racun melalui saluran urine.

Efek Buruk Kacang Hijau

Namun, hati-hati, tidak dianjurkan untuk mengonsumsi kacang hijau berlebihan. Metabolisme kandungan purinnya meningkatkan asam urat. Konsumsi kacang hijau bagi penderita penyakit asam urat dibatasi maksimum 25 gram/hari.

Selain kacang hijau, makanan seperti Rumput laut dan rempah-rempah memiliki kandungan senyawa yang sangat baik untuk proses metabolisme tubuh. 
Google Ads
Facebook Twitter Google+

Penulis:

2 komentar

Sebenarnya detox itu dari mana cii gan?

Itu istilah bahasa inggris gan, Detoxification atau pengeluaran racun dari dalam tubuh. Biar lebih sehat gitu.. :)

 
Back To Top