Info Pendidikan Sains Untuk Anak

By: Mahfuzh tnt
FB Like Box widget

Alasan Kenapa Sedih dapat Mengagalkan Diet Anda

Google Ads
Google Ads
Kebanyakan wanita membalas dendam kesedihannya dengan banyak makan. Tidak akan berhenti makan hingga perasaannya lega. Makanan yang disasar pada umumnya ialah es krim atau cokelat dan beragam makanan kurang sehat lainnya. Kalau sudah begitu maka program diet kita yang sudah kita usahakan akan kacau. Apa benar kalau sedih harus makan? Mari kita simak ulasan berikut.

Jangan Biarkan Sedih Menggagalkan Diet Anda

Sebuah penelitian di Amerika Serikat mengamati pola pelampiasan kesedihan dengan makanan ini pada mahasiswa. Kemudian mereka tertarik melihat pengaruh sedih terhadap keinginan makan mereka. Hasil penelitian tersebut menunjukkan makan atau tidak makan sama-sama bisa menghibur responden yang sedang bad mood.

Efek mereka yang melampiaskan kesedihannya dengan makan es krim atau cokelat, makanan lainnya, atau tidak makan sama saja. Hasil penelitian ini kemudian dapat menjadi rujukan bagi mereka yang mensugesti diri bahwa hanya makanlah yang dapat mengembalikan suasana hati mereka.
makan banyak saat sedih
Makan banyak saat sedih

Para peneliti meminta responden untuk memberitahu makanan pengubah mood apa yang mereka inginkan ketika merasa sedih. Perasaan mereka kemudian direkayasa agar membentuk suasana hati yang diinginkan, yaitu suasana hati yang buruk. Ini dilakukan dengan meminta mereka untuk menonton adegan sedih.

Para responden kemudian diminta untuk mengonsumsi makanan pengubah mood yang mereka sukai, sebagian lainnya diberi asupan makanan yang lain. Responden kemudian menggambarkan reaksi makanan tersebut terhadap suasana hati mereka. Hasilnya, kedua kategori responden menyatakan hal yang sama, yaitu perbaikan pada suasana hati mereka.

Pengujian selanjutnya dilakukan dengan memberikan sebagian responden dengan makanan pengubah mood dan sebagian lainnya tidak diberikan. Hasilnya pun sama, keduanya mengalami perbaikan suasana hati.

Selama ini, melampiaskan kesedihan dengan makanan khusus hanya sugesti. Kenyataannya, makanan tersebut dapat digantikan dengan makanan lain yang lebih sehat. Atau, sebaiknya, hilangkan sugesti itu, tak perlu makan. Ini menurut Traci Mann, peneliti dari University of Minnesota.

Sayangnya, penelitian ini hanya menggunakan kesedihan karena sebuah film. Penelitian ini belum bisa dikonversi untuk faktor lainnya karena memang masih terbatas. Penelitian ini juga tidak mencakup faktor tempat membeli makanan yang dijadikan pelampiasan.

Diperlukan penelitian lebih lanjut terkait kesedihan dari faktor-faktor yang sebenarnya, seperti putus cinta dan sakit hati, tak cukup hanya pada kesedihan ketika nonton film.

Kesimpulan

Namun, penelitian ini bisa dikuatkan oleh pendapat ahli gizi lain, David Levitsky dari Cornell University. Menurutnya, kepercayaan akan merasa lebih baik dari kesedihan setelah makan hanyalah sugesti. Secara psikologi, sebenarnya efek makanan sangat lemah.

Makan atau tidak makan bisa mengubah suasana hati. Jika tetap ingin makan juga bukan masalah asal, porsi makanan berlemak dibatasi. Menurutnya, meski sedih, seseorang harus tetap konsisten jika ingin diet sehat dan mengendalikan berat badannya. Jadi, sedih bukan alasan untuk bebas makan berlemak sampai lega.


Google Ads
Facebook Twitter Google+

Penulis:

 
Back To Top